Olimpiade PAI Jatim 2025: Hari Terakhir yang Menentukan
Pada Kamis, 6 Februari 2025, suasana di SDN Banjar Timur I dipenuhi dengan
semangat dan antusiasme yang tinggi. Siswa-siswi kelas VI yang telah
mempersiapkan diri dengan matang akhirnya berkesempatan untuk berpartisipasi
dalam ajang bergengsi Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) Jatim 2025.
Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan
oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Provinsi Jawa
Timur, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap
ajaran Islam serta menanamkan sikap keberanian, kemandirian, dan sportivitas
dalam berlomba.
![]() |
| olimpiade PAI Jatim 2025 kelas VI |
Tujuan Pelaksanaan Olimpiade PAI Jatim 2025
Sebagai salah satu agenda tahunan, Olimpiade PAI Jatim bertujuan untuk:
· Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
· Mendorong siswa lebih mencintai dan memahami Pendidikan Agama
Islam.
· Menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan sportivitas
dalam kompetisi.
· Mengukur kompetensi siswa dalam aspek Al-Qur'an, Akidah,
Akhlak, Fikih, Tarikh, dan Islam Kontemporer.
· Memotivasi siswa agar terus mengembangkan bakat dan prestasi
mereka.
Perjalanan Siswa SDN Banjar Timur I di Olimpiade PAI
Di bawah bimbingan para guru Ibu Wildatus Sofiah, S.Pd.I, Ibu
Raudhatul Jannah, S.Ag, M.Pd, dan Bapak Homaisyi, S.Pd.I, empat siswa
berbakat dari kelas VI SDN Banjar Timur I maju sebagai perwakilan dalam ajang
ini, yaitu:
1. Farhan Akbar Sholihin
2. Herbifillah Rufyail Sulthon El Azkar
3. Nour Aisyah
4. Zahroh Fatina Al Bahiro
Mereka telah melewati berbagai tahapan persiapan intensif, termasuk
pendalaman materi, latihan soal, dan simulasi ujian daring. Pada hari keempat
ini, mereka berjuang dalam babak penyisihan yang berlangsung secara online
melalui platform Google Form , sesuai dengan
petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
Jalannya Pelaksanaan Olimpiade PAI Jatim 2025 Hari ke-4
Pelaksanaan babak penyisihan berlangsung dengan lancar dan tertib. Setiap
peserta mengerjakan soal pilihan ganda yang mencakup enam aspek utama dalam
Pendidikan Agama Islam. Dengan batas waktu 120 menit, mereka
harus menyelesaikan 100 soal yang menuntut pemahaman mendalam
serta ketepatan dalam menjawab.
Teknis pelaksanaan yang digunakan meliputi:
· Peserta mengerjakan soal secara online di ruang khusus yang
telah disiapkan di sekolah.
· Soal berbasis kurikulum merdeka dengan bobot penilaian berbasis
kecepatan dan ketepatan.
· Pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan kejujuran dan
integritas dalam kompetisi.
· Hasil tes diumumkan tiga jam setelah ujian ditutup melalui ketua
KKG PAI Kabupaten/Kota.
Harapan Guru dan Siswa
Para peserta menunjukkan dedikasi dan semangat yang luar biasa dalam
kompetisi ini. Nour Aisyah, salah satu peserta,
mengungkapkan harapannya, "Saya ingin memberikan yang terbaik dan
semoga bisa membawa nama sekolah kami menjadi juara."
Sementara itu, Ibu Wildatus Sofiah, S.Pd.I, selaku pembina
PAI, menyampaikan harapannya, "Semoga anak-anak mendapatkan pengalaman
berharga dari kompetisi ini, tidak hanya dalam hal akademik tetapi juga dalam
penguatan karakter mereka."
Kepala sekolah SDN Banjar Timur I juga memberikan apresiasi kepada peserta
dan guru pembina atas kerja keras mereka. Beliau berharap Olimpiade PAI
Jatim 2025 dapat terus menjadi wadah pengembangan prestasi siswa dalam bidang
Pendidikan Agama Islam, serta mampu mencetak generasi unggul yang
berakhlak mulia.
#OlimpiadePAI2025 #KompetisiPAI #PAIJatim #LombaPAI #PendidikanAgamaIslam #PrestasiSiswa #OlimpiadePAIJatim2025
.jpeg)
