Ajang Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) Jawa Timur 2025 kembali digelar dan telah memasuki hari ketiga. Pada Rabu, 5 Februari 2025, siswa-siswi kelas V SDN Banjar Timur I turut serta dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan praktik keagamaan siswa serta mengembangkan karakter Islami yang unggul sejak dini.
![]() |
| Olimpiade PAI Jatim 2025 kelas V |
Semangat dan Antusiasme Peserta dari SDN Banjar Timur I
Di bawah bimbingan tiga guru pembina PAI yang berdedikasi, yaitu:
1. Ibu Wildatus Sofiah, S.Pd.I
2. Ibu Raudhatul Jannah, S.Ag, M.Pd
3. Bapak Homaisyi, S.Pd.I
Para siswa SDN Banjar Timur I menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti
olimpiade ini. siswa kelas V yang turut serta diwakili oleh:
· Siti Nurfajriyah
· Siti Sabrina Nadiratin Nafisah
· Talita Elma Rosyida
Kehadiran mereka dalam ajang ini menunjukkan bahwa pembinaan PAI di SDN
Banjar Timur I sudah dilakukan sejak dini, sehingga minat serta kecintaan
terhadap ilmu agama semakin tertanam dalam diri para siswa.
Jalannya Pelaksanaan Olimpiade PAI Jatim 2025 Hari ke-3
Pelaksanaan olimpiade mengacu pada Petunjuk Teknis
(Juknis) Olimpiade PAI Jenjang Sekolah Dasar Jawa Timur Tahun 2025,
yang terdiri dari beberapa tahapan:
1. Babak Penyisihan (03-06 Februari 2025)
o
Dilaksanakan secara online
menggunakan Google Form.
o
Peserta mengerjakan 100
soal pilihan ganda yang mencakup 6 aspek utama: Al-Qur'an, Akidah,
Akhlak, Fikih, Tarikh, dan Islam Kontemporer.
o
Durasi pengerjaan soal
adalah 120 menit, dimulai pukul 10.00
hingga 12.00 WIB sesuai tingkatan kelas.
o
Penilaian berdasarkan nilai
tertinggi, dengan waktu penyelesaian sebagai faktor penentu jika terjadi nilai
yang sama.
2. Babak Semi Final (10-13 Februari 2025)
o
50
peserta terbaik dari babak penyisihan melaju ke tahap ini.
o
Dilaksanakan secara online
melalui Zoom dan Quizizz.
o
Terdapat 50
soal pilihan ganda, dengan bobot soal terdiri dari 40 soal
berbasis kurikulum dan 10 soal PAI kontemporer.
o
Waktu pengerjaan adalah 60
menit.
o
Peserta harus menggunakan dua
kamera pemantau (depan dan belakang) untuk memastikan kejujuran
dalam pengerjaan.
3. Babak Grand Final (22 Februari 2025)
o
Dilaksanakan secara tatap
muka di Surabaya.
o
Peserta mengerjakan soal
secara online dan offline dengan beberapa kategori penilaian:
§ Soal Pilihan Ganda (40%)
§ Menulis Huruf Al-Qur’an dan Doa Harian
(15%)
§ Praktik Ibadah (Wudu dan Salat)
(15%)
§ Mengaji Tartil (15%)
§ Hafalan Surat Pendek
(15%)
o
Juara 1, 2, dan 3 serta
juara harapan akan mendapatkan sertifikat, piala, dan
uang pembinaan.
Harapan Siswa, Guru, dan Kepala Sekolah
Harapan dari Para Siswa
Para peserta olimpiade merasa bangga bisa mengikuti ajang bergengsi ini. Siti
Nurfajriyah, salah satu peserta dari kelas V, mengungkapkan, "Saya
sangat senang bisa mengikuti olimpiade ini. Saya ingin terus belajar agar bisa
memahami lebih dalam ilmu agama dan bisa menjadi juara."
Sementara itu, Siti Sabrina Nadiratin Nafisah
berharap agar pengalaman ini bisa menjadi batu loncatan bagi dirinya dan
teman-temannya untuk berprestasi lebih tinggi di masa depan. "Semoga
tahun depan saya bisa ikut lagi dan membawa pulang piala untuk sekolah."
Harapan dari Guru Pembina PAI
Sebagai guru pembina, Ibu Wildatus Sofiah, S.Pd.I,
menyampaikan kebanggaannya atas usaha dan kerja keras siswa. "Kami
selalu berusaha memberikan bimbingan terbaik kepada para siswa. Semoga dengan
adanya olimpiade ini, mereka semakin semangat dalam belajar dan memahami agama
lebih dalam."
Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Raudhatul Jannah,
S.Ag, M.Pd, yang berharap bahwa ajang ini dapat menumbuhkan
jiwa kompetitif yang positif dan mencetak generasi Islami yang unggul.
Sementara itu, Bapak Homaisyi, S.Pd.I,
menambahkan, "Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan
manfaat bagi peserta didik dalam membangun karakter Islami yang kuat."
Harapan dari Kepala Sekolah
Kepala SDN Banjar Timur I juga menyampaikan apresiasi terhadap para siswa
dan guru pembina yang telah bekerja keras dalam persiapan olimpiade ini. Beliau
berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga
menjadi sarana pembentukan karakter Islami bagi seluruh siswa.
"Kami bangga melihat siswa-siswi kami bisa ikut serta dalam ajang
sebesar ini. Kami berharap pengalaman ini bisa menjadi motivasi bagi mereka
untuk terus belajar dan berprestasi, tidak hanya dalam bidang agama tetapi juga
dalam aspek akademik lainnya."
Kesimpulan
Olimpiade PAI Jatim 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi
wadah bagi siswa untuk meningkatkan pemahaman agama serta membangun karakter
Islami yang kuat. Dengan dukungan guru pembina dan kepala sekolah, para peserta
dari SDN Banjar Timur I telah menunjukkan semangat luar biasa dalam mengikuti
setiap tahapan lomba. Semoga kegiatan ini dapat terus berjalan dan menghasilkan
generasi Muslim yang cerdas, berakhlak, serta berprestasi.
#OlimpiadePAI #PAIJatim2025 #KompetisiAgama #PendidikanIslam #PrestasiSiswa #PAISekolah #GuruPAI #SDNBanjarTimurI #LombaPAI #IslamicEducation
