Pada Sabtu malam, 14 Juni 2025, halaman SDN Banjar Timur I Gapura Sumenep menjadi saksi kebersamaan dan kehangatan dalam acara "Lepas Pisah Kelas Akhir dan Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila." Dengan mengusung tema “Bhinneka Tunggal Ika,” kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan yang emosional, tetapi juga momen puncak dari proses pembelajaran yang menggambarkan semangat toleransi, keberagaman budaya, dan karakter pelajar Pancasila.
Acara ini dihadiri oleh seluruh
siswa dan siswi SDN Banjar Timur I serta TK Siswa Tama, para orang tua, guru,
kepala sekolah, komite, pengawas, dan tokoh masyarakat sekitar. Suasana penuh
semangat dan kebanggaan memenuhi udara malam itu, menyatukan seluruh elemen sekolah
dan masyarakat dalam sebuah perayaan pendidikan yang menggugah.
Pembukaan:
Semangat dan Doa Menyertai Awal yang Sakral
Acara diawali dengan penampilan
siswa-siswi TK Siswa Tama yang menyambut para tamu dengan keceriaan khas
anak-anak. Disusul dengan pembacaan Ummul Qur’an dan lantunan ayat suci
Al-Qur’an oleh Nufis Bustonol Mawardi, suasana menjadi khidmat dan penuh doa
agar kegiatan berjalan lancar dan diberkahi.
Tari
Muang Sangkal dan Sambutan Penuh Makna
Penampilan Tari Muang Sangkal oleh
siswi kelas 3 dan 4 menjadi simbol penolak bala dan harapan akan masa depan
yang bersih dari kesulitan. Sambutan demi sambutan pun diberikan oleh para
tokoh penting, seperti Ketua Panitia Bapak Molyono, Kepala SDN Banjar Timur I
Bapak Moh. Ilyas, S.Pd, dan Pengawas Bina SD Kecamatan Gapura Bapak Mohammad
Kasim, S.Pd., MM.Pd. Mereka semua menekankan pentingnya kerja sama antara
sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun generasi masa depan.
![]() |
| Tari Muang Sangkal oleh murid kelas 3 |
Koor
dan Puisi: Suara Harapan dari Generasi Muda
Siswa-siswi
kelas VI menyampaikan koor dan puisi yang menyentuh hati. Lewat untaian kata
dan nada, mereka mengekspresikan rasa syukur, harapan, dan terima kasih atas
perjalanan enam tahun di bangku SD. Salah satu momen paling mengharukan adalah
saat ZAHROH FATINA AL
BAHIRO dan NOUR AISYAH membacakan puisi, lalu disusul oleh Farhan Akbar Sholihin menyampaikan
kesan dan pesan atas nama seluruh siswa kelas VI. Suasana menjadi penuh haru,
terutama bagi para guru dan orang tua.
![]() |
| Koor dan Puisi oleh Murid kelas 6 |
Pisah
Kenang dan Apresiasi untuk Sang Kepala Sekolah
Tahun ini menjadi momen istimewa
karena Bapak Moh. Ilyas, S.Pd akan memasuki masa purnatugas. Dalam sesi pisah
kenang yang dipandu oleh Bapak Deddi Kurniawan dan Ibu Wildatus Sofiah,
berbagai kenangan dan dedikasi beliau selama menjabat disampaikan dengan penuh
penghormatan dan rasa haru melalui sebuah puisi yang berjudul “jejak yang tak
kan hilang”
Penghargaan
untuk Para Siswa Berprestasi
Tidak lupa, SDN Banjar Timur I
memberikan apresiasi kepada para siswa-siswi berprestasi, baik dalam bidang
akademik maupun non-akademik. Acara yang dipandu oleh Ibu Raudatul Jannah ini
menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta didik agar terus semangat
mengejar prestasi.
Doa
dan Harapan
Sebelum memasuki acara inti gelar
karya, doa bersama dipimpin oleh Kiyai Ramli. Doa menjadi jembatan spiritual
untuk mengiringi langkah para siswa ke jenjang berikutnya dengan semangat dan
nilai-nilai kebaikan.
Gelar
Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bertema “Bhinneka Tunggal Ika”
Puncak acara malam itu adalah gelar
karya yang menampilkan hasil proyek lintas mata pelajaran dalam semangat Profil
Pelajar Pancasila. Seluruh siswa dari kelas 1 sampai 6 menampilkan karya budaya
dengan keberagaman daerah di Indonesia, sebagai perwujudan semboyan
"Bhinneka Tunggal Ika".
Tari
Nirmala dan Fashion Show Adat Sumatera (Fase A)
Tari Nirmala, tari kreasi dari
Tanjungbalai, menggambarkan keceriaan anak-anak dalam kebersamaan. Kemudian
disusul fashion show pakaian adat Sumatera oleh siswa kelas I dan II yang
memikat perhatian dengan warna-warni kekayaan budaya Nusantara. Lihat inspirasi
fashion adat lainnya di sini.
![]() |
| Tari Nirmala |
Tari
Geleng Ro’om dan Ronjengan Gentong: Kearifan Lokal Madura (Fase B)
Melalui Tari Geleng Ro’om dan
Ronjengan Gentong, siswa memperkenalkan filosofi hidup masyarakat Madura:
semangat kerja keras, gotong royong, dan semangat hidup yang tinggi. Kedua
tarian ini menyentuh akar budaya lokal yang membanggakan.
![]() |
| Tari geleng Ro'om |
Tari
Dayak Kalimantan dan Tari Piring Minangkabau (Fase A)
Tari Dayak “Flying High”
menggambarkan semangat anak-anak Dayak mengejar impian dengan penuh tekad. Tari
Piring dengan gerakan energik menunjukkan rasa syukur masyarakat Minangkabau
atas limpahan rezeki. Kedua tarian ini menambah warna keberagaman budaya
Nusantara.
![]() |
| Tari Dayak |
Tari
Gandrung Banyuwangi dan Gambyong Surakarta (Fase C)
Siswa kelas atas menampilkan tari
Gandrung dan Gambyong, dua tarian tradisional yang merefleksikan kelembutan dan
kebahagiaan masyarakat Jawa. Mereka tampil dengan penuh penghayatan,
memperlihatkan kesadaran budaya yang mendalam.
![]() |
| Tari Gandrung |
Tari
Rondhing dan Tari Jaranan: Spirit Heroisme dan Tradisi (Fase B & C)
Tari Rondhing dari Madura dan Tari
Jaranan dari Jawa Barat menjadi simbol keberanian dan semangat kepahlawanan.
Gerakan baris-berbaris dan atraksi kuda lumping disambut dengan antusias oleh
penonton.
Tari
“Judi”: Edukasi Sosial Lewat Seni
Tari unik dan lucu ini menjadi
sindiran cerdas terhadap maraknya praktik perjudian, terutama judi online yang
semakin merambah anak muda. Dengan pendekatan edukatif dan hiburan, tari ini
menyampaikan pesan moral kuat untuk menghindari judi dalam bentuk apapun.
Teater
Profil Pelajar Pancasila: Puncak Naratif
Gelar karya ditutup dengan
pementasan teater oleh siswa fase C yang menggambarkan perjuangan tokoh-tokoh
muda dalam menjaga kebhinekaan. Pementasan ini menegaskan nilai-nilai Profil
Pelajar Pancasila seperti gotong royong, berkebhinekaan global, bernalar
kritis, mandiri, dan beriman bertakwa kepada Tuhan YME.
Kolaborasi
Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat: Kunci Keberhasilan
Kegiatan ini menjadi bukti nyata
bahwa pendidikan karakter tidak hanya bisa dibentuk di ruang kelas. Kolaborasi
antara sekolah, orang tua, dan masyarakat membentuk ekosistem pendidikan yang
harmonis. Hal ini juga sejalan dengan semangat kurikulum merdeka yang
menekankan pembelajaran kontekstual dan bermakna.
![]() |
| Dewan Guru SDN Banjar Timur I |
Komitmen
Menjaga Bhinneka Tunggal Ika
Melalui pertunjukan seni budaya yang
beragam, siswa tidak hanya belajar menghargai perbedaan, tetapi juga memahami
pentingnya persatuan. Tema “Bhinneka Tunggal Ika” bukan sekadar slogan,
melainkan identitas bangsa yang harus dijaga bersama, dimulai dari pendidikan
dasar.
#ProfilPelajarPancasila #BhinnekaTunggalIka #SDNBanjarTimurI #GelarKaryaAnak #AcaraSekolah #PendidikanKarakter #KurikulumMerdeka #BudayaIndonesia #AnakIndonesiaHebat #LepasPisah2025
.jpeg)
.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)
